Who Is Da’i

Comment( 0)

Tidak ada salahnya kalau di tengah-tengah perjalanan da’wah ini kita mengkaji lagi ma’na Da’i, ‘Siapa itu Da’i?’ Lebih-lebih di zaman kiwari, yakni zaman di mana terjadi penyempitan dan pendangkalan ma’na (distorsi ma’na), kita harus hati-hati dan sensitif.
 
Oke, agar lebih terasa ilmiah kajian tentang Da’i ini kita sebut Da’i Studies. Ada beberapa alasan kenapa kita harus melakukan Da’i studies. Pertama, adanya ketidak jelasan definisi. Ini bukan berarti selama ini Da’i tidak memiliki ma’na dan definisi. Saya pernah mendengar dari seorang Ustadz bahwa Da’i adalah seperti ini, sementara menurut ustadz lain Da’i adalah seperti itu; dua hal yang berbeda.
  
Kedua, adanya rasa penasaran dan tanda tanya dalam diri saya tentang siapa itu Da’i sesungguhnya. Apakah muabaligh itu Da’i?, apakah penceramah itu Da’i? Siapa aktivis Islam itu? Siapa kader da’wah itu? Adakah Da’i cilik? Ini bukan tanpa alasan atau mempersulit diri, tapi ini adalah efek dan akibat dari alasan yang pertama.
 
Kemudian yang ketiga, saya melihat masih ada bias dan kerancuan pemahaman tentang Da’i di beberapa kalangan aktivis da’wah.
 
Terakhir, atau keempat, saya punya motto; “Pemahaman yang benar dan utuh (tentang sesuatu) adalah produser amal yang benar dan ihsan”. Sehingga bisa jadi fenomena kader ‘nganggur’ yang mencapai 40% salah satunya disebabkan oleh tidak utuhnya pemahaman dan wawasan da’wah dan Da’i.
Da’i Dalam Perspektif Al Qur’an
 
Al Qur’an tidak mendeskripsikan Da’i dengan redaksi Da’i adalah anu atau anu, tetapi ia menjelaskan sifat, aktifitas dan karakternya. Dari sinilah definisi Da’i diambil dan studi tentang Da’i dilakukan. Seperti yang digambarkan dalam Surat Yasin ayat 20,
 
“Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas, ia berkata, ‘Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu.’”.
 
Juga dalam surat Ali Imron ayat 104,
 
“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang yang beruntung”
 
Atau dalam surat fushshilat ayat 33,
 
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata,”Sungguh aku termasuk orang-orang muslim”
 
Dari penjelasan Al Qur’an di atas ada beberapa kesimpulan yang bisa diambil. Pertama, siapapun dari kaum muslimin yang melakukan aktifitas menyeru manusia pada kebajikan, menyeru pada jalan Allah dan mencegahnya dari perbuatan mungkar adalah seorang Da’i. Menurut saya ini adalah definisi dasar (ushul) dan umum. Meskipun dalam perkembangannya Da’i mengalami pengkhususan syarat, karakter dan komitmen.
 
Kedua, ini adalah hujjah bahwa seseorang dikatakan Da’i bukan karena ia dianggap ustadz di tempatnya, bukan karena ia mengaku sebagai Da’i, juara lomba di ajang akademi Da’i, atau bahkan karena masuk jadi anggota sebuah jamaah. Tapi seorang disebut Da’i sejatinya karena adanya aktifitas da’wah yang ia lakukan.
 

Dari penjelasan dan kesimpulan nomor dua ini lahir dua ma’na; pertama ma’na formalitas, kedua ma’na substansial. Ma’na formalitas adalah ma’na kemasan dan penampilan, sedangkan ma’na substansial adalah ma’na operasional dan aktualisasi.

 





One Response to Who Is Da’i

Leave a Reply

design by Natty WP